11 Fakta Pelik tentang Lee Chong Wei yang Orang Malaysia patut Tahu




1. 'Smash' Lee Chong Wei Lagi Laju Dari Bugatti Veyron

Datuk Lee Chong Wei telah dinobatkan sebagai pukulan terpantas dunia dengan kelajuan 408 kilometer sejam (km/j), lebih laju daripada kereta Buggati Veyron dengan hanya mempunyai kelajuan maksimumnya pada 407 km/j.

Pukulan itu dilakukan ketika menjuarai Kejohanan Terbuka Hong Kong 2015 yang berlangsung di Coliseum Hung Hom.






2. Tidak minat badminton

Pada zaman kanak-kanak, Lee Chong Wei lagi gemar bermain bola keranjang berbanding badminton.

3. 6 Jahitan di kepala

Pada tahun 2006 beliau terlibat di dalam satu kemalangan jalan raya semasa beliau sedang menuju ke Bukit Jalil. Kereta Lee di langgar dari belakang oleh sebuah kenderaan yang hilang kawalan akibat tayar bocor. Akibat insiden itu, beliau telah menerima jahitan di kepala sebanya 6 jahitan.

4. Juara Terbuka Malaysia lebih 5 kali

Beliau telah memenangi kejuaraan Terbuka Malaysia sebanyak tujuh kali pada tahun 2004, 2005, 2006, 2008, 2009, 2010 dan 2011.





5. Pencen seumur hidup

Apabila telah menjuarai pelbagai kejuaraan, beliau telah dikurniakan pencen sebanyak RM3,000 sebulan sebagai pencen seumur hidup mulai Ogos 2008. Banyak tu!

6. Terima pelbagai gelaran

Beliau telah dikurniakan Darjah Setia PAngkuan Negeri (DSPN) yang membawa gelaran Datuk oleh Yang di Pertua Negeri Pulau Pinang.

Tambah itu pula, pada tahun 2009 beliau turut dikurniakan gelaran Darjah Bakti (DB) dari Yang di Pertua Tuanku Mizan Zainal Abidin sempena Hari Keputeraan Rasmi Baginda atas kejayaan Lee Chong Wei di Sukan Olimpik 2008.






7. Banjir Penghargaan

Chong Wei memulai debut profesionalnya pada tahun 2000, tapi ia harus menunggu hingga tahun 2003 untuk meraih gelar perdana dari 55 penghargaan yang telah dikoleksinya. Dia mencapai puncaknya sebagai pemain top ketika mengalahkan rivalnya, Lin Dan di final Malaysia Open 2005.

Chong Wei juga menjuarai turnamen bertajuk Super Series Masters Finals sebanyak empat kali (2008, 2009, 2010, dan 2013). Pebulutangkis berusia 32 tahun itu juga menjuarai turnamen prestisius All England sebanyak tiga kali (2010, 2011, dan 2014).

Tak hanya itu, Chong Wei juga menduduki peringkat satu dunia selama kurang lebih 300 pekan dan sebanyak empat kali dinobatkan sebagai pemain terbaik versi BWF selama empat kali (2009, 2010, 2011, dan 2013).

Dia juga merupakan atlet Malaysia yang paling sukses di Olimpiade, dengan meraih dua medali perak di nomor tunggal putra (2008, 2012). Namun dari sekian banyak penghargaan, Chong Wei belum sama sekali menjuarai BWF World Championships.

8. Ingin Jadi Pebasket

Karier Bulutangkis Lee Chong Wei mungkin saja tak sesukses sekarang, jika tanpa intervensi ibunya. Saat masih bocah, ternyata olahraga yang paling disukainya adalah Basket. Tapi sang ibu, Khor Kim Choi tak mendukung bakatnya. Saat ia berusia 10 tahun, ia akhirnya mulai menggeluti olahraga bulutangkis, setelah ayahnya, Lee Ah Chai membawanya ke salah satu sekolah Bulutangkis. Sisanya, seperti kata mereka adalah sejarah.

9. Rivalitas Epik vs Lin Dan

Mas kejayaannya dari olahraga Bulutangkis ditandai dengan pertempuran epik dengan pebulutangkis asal China, Lin Dan. Pemain berusia 31-tahun, yang dijuluki Super Dan ini, secara luas dianggap sebagai pemain terbaik dari generasinya.

Lin Dan jarang menempati puncak peringkat dunia karena ia begitu selektif memilih tentang turnamen untuk diikuti. Tapi dia memegang rekor pertemuan yang superior 23-9 melawan Chong Wei, termasuk dua kemenangan berturut-turut di final Olimpiade (2008 dan 2012).

Pertemuan terakhir kedua pebultangkis handal ini terjadi di Incheon semifinal tunggal putra Asian Games, yang akhirnya dimenangkan Super Dan dengan tiga pertarungan game 22-20, 12-21, 21-9.

10. Gelar “Datuk”

Berkat kesuksesannya mengharumkan Malaysia, maka Lee Chong Wei dianugerahi gelar Datuk oleh Darjah Setia Pangkuan Negeri (DSPN) oleh negara bagian Penang pada bulan Agustus 2008, tak lama setelah merebut tunggal putra medali perak di Olimpiade Beijing.

DSPN memberikan gelar individu terhadap warganya yang telah memberikan kontribusi layanan yang luar biasa untuk negara, dan itu merupakan gelar terbatas kepada 800 orang saja. Bagi pemilik Gelar Datuk juga mendapatkan pesangon seumur hidup senilai tiga ribu Ringgit Malaysia atau sekitar Rp11 juta perbulannya.

11. Kehidupan pribadi

Pada tahun 2012, Chong Wei menikah dengan rekan setimnya dan juga teman masa kanak-kanak Wong Mew Choo. Keduanya dipertemukan kembali di sebuah kamp pelatihan pada tahun 2001, ketika keduanya masih menjadi pemain cadangan di tim nasional Malaysia.

Wong sendiri tak sesukses suaminya, yang telah memiliki dua medali emas dan dua perak di ajang Commonwealth Games. Pasangan ini mengaku hubungan mereka pernah mengalami putus-nyambung, setelah Chong Wei diduga selingkuh dengan pebulutangkis Korea Selatan, Hwang Hye Youn pada tahun 2009.

Setahun kemudian mereka balikan dan menyangkal tuduhan tersebut. Chong Wei mengumumkan hubungannya yang kembali harmonis dengan Mew Choo setelah memenangkan medali perak di Olimpiade London 2012. Mereka akhirnya menikah pada tanggal 9 November 2012 dan memiliki anak pertama yang diberi nama Kingston pada bulan Agustus 2013.

0 comment... add one now