Perbandingan Tinggi Nabi Adam Dengan Manusia Sekarang










Nabi ADAM tubuhnya sangat kekar dengan tinggi 60 hasta seperti di jelaskan oleh Rasullulah.

Sabda Rasulullah Saw:
“Allah menciptakan ADAM dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian setelah Adam, makhluk itu semakin berkurang tingginya seperti sekarang ini“ (HR.Bukhari),

Hadis ini juga ditemukan dalam riwayat imam Muslim dan imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.
1 hasta = 45,72 cm. maka dengan begitu tinggi nabi adam adalah 27,432 meter.

Hasil survey para ahli di Amerika, orang2 Amerika yg mengklaim bangsa yg mempunyai postur paling tinggi di dunia, tingginya semakin berkurang akibat banyak mengkonsumsi makanan yang sudah diawetkan.

Ini sebuah kutipan dari the English section of the September 2001 issue of the Hebrew-English Israeli popular science journal “Ha-Mada Ha-Yisraeli B’Angleet V’Ivreet.”



Karena ruangan tidak memungkinkan, kutipan tersebut di atas tidak diterjemahkan, hanya isinya saja spb:
Terjadi perdebatan antara seorang biologist Dr. Shlomi Lesser dari Hebrew University, and Ketua dari the Hofesh V’Mada Society melawan ultra-orthodox Rabbi Dovid Brown dari Yeshiva University. Para biologists mengira mereka meng-”crush” Judaisme (yang sesungguhnya berasal dari agama wahyu yang diturunkan kepada Nabi Musa AS), bahwa tidak mungkin manusia itu bersumber dari “a single human ancestor” (maksudnya sepasang manusia Adam dan Hawa). Karena kalau demikian, human ancestor (leluhur manusia) menurut kalkulasi tingginya mesti 90 kaki, karena manusia mengalami penyusutan ukuran badan yang disebut dengan genetic bottleneck. Sesungguhnya kalkulasi 90 kaki itu menegaskan kebenaran dari Shahih Bukhari tentang tinggi Adam dan manusia itu mengecil dari ukuran Adam.

Dalam suatu Hadits dikatakan bahwa:
‘an abi-hurairata ‘anin nabiyyi shallaLla-hu ‘alaihi wa sallama qa-la khalaqalla-hu a-dama wa thu-luhu sittu-na dzira-’an tsumma qa-ladz habu fasallim ‘ala- ula-ika minal mala-ikati fastami’ ma- yuhayyu-naka tahiyyatuka watahiyyahu dzurriyatika faqa-la assala-mu ‘alaikum faqa-lu- assala-mu ‘alaika warahmatulla-hi faza-du-hu warahmatulla-hi fakullu man yadkhulul jannata ‘ala- su-rati a-dama falam yazalil khalqa yanqushu hatta- ala-na,

artinya:
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: " Allah menjadikan Adam tingginya 60 hasta, kemudian (Allah) berfirman: ~ "Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan: ~السَّلَامُ عَلَيْكُمْ "Assalamu ‘alaikum, maka (para malaikat) mengucapkan السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ"Assalamu alaika wa rahmatullah", (para malaikat) menambahkan: وَرَحْمَةُ اللَّهِ warahmatullah, maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang.

-------------

Baju Nabi Adam A.S. Setinggi 29 meter

Baju tersebut hanyalah replika dibuat di Jeddah, Arab Saudi. Sekadar untuk melihat setinggi manakah rupa bentuk Nabi Adam A.S.

Waktu yang dibutuhkan untuk menjahitnya > 18 hari. Diameter = Tinggi 29 meter dan lebar 9 meter..




Al-Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al-Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al-A'raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran yang terdapat dari kisah Adam

Bahwasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahwa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan keberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan makhluk lain dari mereka yang sudah taat, rajin beribadah, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.



Bahwasanya manusia walaupun telah dikaruniai kecerdasan berpikir dan kekuatan fisik dan mental mereka tetap memiliki beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Seperti yang telah terjadi pada diri Adam walaupun beliau telah menjadi manusia yang sempurna dan dikaruniai posisi yang istimewa di surga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Beliau telah lupa dan mengingkari perintah Allah kepadanya tentang pohon terlarang itu dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.



Bahwasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa apakah seharusnya mereka berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan mereka sadar akan kesalahan dan bertobat serta tidak akan mengulanginya. Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang dilakukan oleh hamba-Nya kecuali syirik sekalipun dosa besar asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.



Sifat sombong dan congkak selalu membawa kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis yang turun dari singgasananya dilepaskan posisinya sebagai seorang kepala malaikat dan diusir oleh Allah dari surga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya sehingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga dia menganggap dan memandang rendah Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya meskipun diperintahkan oleh Allah SWT.

0 comment... add one now