Gereja-gereja di Palestin Ramai-ramai Kumandangkan Adzan untuk Padamkan Api !!! TAHU PUN TAKUT !!


Gereja-gereja di Palestin Ramai-ramai Kumandangkan Adzan untuk Padamkan Api !!! TAHU PUN TAKUT !!




Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan.

SELURUH gereja Palestina yang berada di Kota Nazareth menunjukkan solidaritasnya dengan turut mengumandangkan adzan. Sikap dewan gereja Palestina ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap hubungan harmonis antara warga Muslim dan Kristen di Palestina. Demikian dikutip dari Ahram Online.

Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan bersama warga Muslim.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, para penduduk terdengar melafalkan adzan sebagai bentuk protes atas rencana pelarangan adzan oleh Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa kumandang adzan yang terlalu keras menimbulkan suara bising yang mengganggu.

Massa yang terdiri dari warga, organisasi-organisasi Palestina, dan perwakilan umat tiga agama Kristen, Islam dan Yahudi menggelar aksi protes dengan menyerukan slogan ‘menara mesjid tidak akan pernah dibungkam’ seraya menyerukan lantunan adzan bersama-sama.


Mufti Palestina, Sheikh Ahmed Shobas, menyebut seruan adzan adalah panggilan umat Muslim untuk beribadah yang merupakan salah satu ritual keagamaan yang dijamin dalam seluruh agama. “Aturan itu tak akan membungkam suara adzan di Palestina,” serunya.

Sedangkan Uskup Gereja Katolik di Nablus, Yousef Sa’ada, mengutuk keras upaya Israel melarang seruan adzan. Menurutnya, pelarangan seruan beribadah ini menandakan pendudukan Israel yang sedang mengalami kejatuhan etika, moral, dan politik.

“Pengikut Palestina dari semua agama bersatu menolak RUU yang digagas Israel. Ini bukti bahwa keruntuhan sedang dialami oleh Israel,” tegas Yousef.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Israel memang menggodok sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan membatasi volume suara adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid di Palestina. RUU tersebut telah lolos dari pengujian Komite Kementerian dan akan diserahkan kepada parlemen. Namun, sementara ini RUU masih mandek karena Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dengan tegas menolak dan meminta pembahasan lain sebelum RUU itu sampai ke badan legislatif. []


sekian, itu saja perkongsian dari Paklong :)

0 comment... add one now